last, lost
Di permulaan hari, pintu utama sang puan diketuk. Rungu yang peka membuatnya terkesiap dari lelap. Bertanya gerangan yang menginterupsi rehatnya.
Ketika pintu dibuka, ia tersentak.
“Sky??”
“Happy Birthday, Lucy.”
Lucy tidak pernah berharap selalu ada yang mengucapkan selamat di ulangtahunnya. Ada maupun tidak ada Sky di hidupnya, ia tidak pernah berharap. Bahkan kerap terlupa jika bukan karena Sky atau teman-temannya yang memberi peringatan dalam ucapan.
Bukan, bukannya tidak mensyukuri kehidupan. Hanya ia merasa cukup merepotkan untuk mengingat hari lahir di antara sekian banyak kesibukannya yang tak ada habisnya.
“Terima kasih, Sky. Padahal kamu bisa ucapin itu esok hari.”
Ia menggelengkan kepala lemah. Kedua netra menatap si puan penuh kasih dan rindu. Seulas senyum terpatri di sela tatapannya pada gadis yang masih dikuasai kantuk.
“Gak bisa. Kembalilah berisitirahat, Lucy.”
“Kamu gak mau bermalam saja?” tawar Lucy bukan untuk basa-basi. Toh adam di hadapannya ini bukan baru pertama kali akan menginap di huniannya. Namun, Sky kembali menggeleng.
“Aku harus segera pergi. Hati-hati dan jaga diri, Lucy.”
Lucy dengan rasa kantuk yang tak tertahan bergerak maju dan merengkuh 'langit'nya. Kenyamanan terbaik di dunia ketika kepalanya bertumpu di bahu Sky. Pun lembut usapan Sky di punggungnya hadirkan kenyamanan.
Bagi Lucy, kehadiran Sky di hidupnya bak siraman air hujan di sela kering. Hembusan bayu di bumi yang terik. Penuh arti baik dari pribadinya yang tenang. Yang selalu bisa menundukkan gejolak api dalam diri Lucy.
“Sampai jumpa besok Sky.”
“Hmmm. Terima kasih, Lucy.”
Ketika sosok Sky menghilang di belokan koridor, Lucy menutup pintu. Kembali pada buaian alam bawah sadar. Tanpa tahu apa yang diterimanya dalam 4 jam ke depan.
***
Karena keabadian hanya milik Tuhan. Dan semesta ada dalam kuasaNya. Lucy, mungkin kurang bersyukur. Lucy mungkin kurang peka pada tanda-tanda yang diamini alkemi. Di usia 20annya, Lucy diperingati langit untuk lebih sering menghargai hidupnya. Lucy diingatkan bahwa kapan saja, apa-apa yang ada di hidupnya bisa menjauh tanpa pernah menoleh. Pergi tanpa pernah kembali.
260521 – Happy Birthday Yeji