\LEMBAR 4\
Aku terlalu banyak menangis dan membuat orang menangis di usia 20an.
Di awal 20 aku menangis karena kehilangan Papi dan Mami sekaligus. Sebagai tunggal, aku benar-benar sendiri. Untuk beberapa waktu setelah pemakaman, aku terus menangis dan menyakiti diri.
Kenapa mereka tidak membawaku? Kenapa mereka tidak menungguku menyelesaikan ujian hari terakhir baru pergi sehingga kita tetap bertiga meski pindah alam?
Di umur 25 aku menangis lagi karena hal memalukan. Seharusnya dari awal aku sadar kamu tidak pernah benar-benar sayang. Benar begitu Baskara? Perasaanmu hanya iba bukan?
Aku marah, sedih, kecewa dan menangis lagi. Tapi aku tidak bisa membenci Baskara. Dia selalu memelukku setiap aku butuh. Dia teman yang baik tapi bukan kekasih yang juga begitu. Harusnya dia tetap menjadi temanku.
We never meant to be lover. Never.
Hari ini, Tante Ana menangis karenaku. Sementara ia memelukku, aku bergeming karena aku tidak tahu apakah aku harus menangis atau apa untuk semua yang terjadi.
Tante bilang aku harus bergantung padanya. Aku bisa minta apapun padanya.
Tapi aku takut. Terakhir kali seseorang berkata begitu padaku, dia malah pergi. Bagaimana jika Tante Ana pergi?
Tanganku...
Aku tidak akan menulis apapun setelah ini. Aku tidak punya kekuatan untuk menulis lagi.
***