Makan siang

Siang itu, Lia bawa si kembar dan Sky makan siang di restoran yang tak jauh dari tempat kursus mereka. Berhubung mereka hanya memilik sedikit waktu sampai kelas tambahan mereka dimulai.

“Nanti agak telat dikit gak apa-apa kan?” sekali lagi Lia bertanya untuk memastikan bahwa 'penculikan' dadakan ini tidak berdampak buruk untuk mereka.

“Gak apa-apa, Kak. Kita belum pernah telat juga kok,” jawab Sky.

“Kukira Kak Lia tadi jemput sama Kak Ino,” ujar Peter yang membuat Lia heran.

“Kenapa ngira gitu? Kan kita beda kantor.”

Peter tersenyum sarat makna menatap Lia lantas mengedikkan bahu.

“Kak Lia gak mau jadi Kakak kita aja?” Giliran Felix kali ini yang mengajukan pertanyaan lucu—menurut Lia—hingga si jelita terbahak.

“Emang selama ini kalian gak anggap Kak Lia Kakak kalian? Yah, jadi sedih. Padahal kalian udah kayak adeknya Kak Lia.”

“Eeeh—bukan gitu maksudnya, Kak Lia. I mean—ya jadi Kakak beneran gitu?”

“Emang sekarang Kakak bohongan?”

“Kakak ipar.”

“Nikahnya sama siapa? Kak Hyun udah ada pacar lhoo.”

“Masih ada Kak Ino sama Kak Abin. Tapi kalau Kak Abin—”

“Gak gak. Gak mau sama Abin. Galak.”

“Tapi lebih galak Kak Ino.”

“Kak Ino kalau sama Kak Lia gak berani galak dia.”

“Nah kan. Udah sama Kak Ino aja.”

“No, no. Kak Lia sama Kak Ino cuma teman kok.”

“Yaah...gak asik.”

Sky hanya memperhatikan ketiga orang di meja ini berbincang. Tidak ada keinginan untuk menyahut. Apalagi masalah seperti itu yang ia sendiri tidak tahu jelasnya.

Sampai akhirnya makan siang mereka dihidangkan, obrolan masih terus berlanjut. Namun, topiknya kali ini berbeda. Hanya seputar cerita-cerita konyol Peter dan Felix sewaktu mereka masih di Sydney.

Sebelum Lia mengantar mereka ke tempat kursus, Lia ajak ketiganya membeli kudapan di salah satu bakery tak jauh dari restoran tempat mereka makan siang. Lia menyilakan mereka memilih apa yang ingin mereka jadikan makanan penutup siang ini.

“Kak Lia suka pie cokelat?” tanya Felix ketika Lia meminta pelayan untuk mengemas pie cokelat.

“Iya. Felix juga ma—ah...maaf.”

Felix hanya mengulas senyum lebar. “Gak apa-apa, Kak. Ini aku udah ambil Scone.” Felix menunjukkan isi traynya dan segera berjalan menghampiri Peter yang sedang bingung memilih cheesecake atau brownie.

“Oh, Sky sudah milih?” Lia menoleh dan mendapati Sky hanya berdiri mematung di belakangnya.

“Udah, Kak,” jawabnya singkat dan mengekor Lia yang lebih dulu berjalan ke kasir.


Lia tiba di kantor pukul 3 tepat setelah memastikan 3 bersaudara tadi sudah masuk ke tempat kursus. Pie cokelat yang dibelinya tadi, ia letakkan di atas meja kerja. Satu slice sudah lenyap.

Lia sudah mengangkat ponselnya. Bersiap mengetikkan sesuatu di ruang obrolannya dengan Minho. Namun urung ia lakukan ketika mendengar namanya dipanggil oleh atasannya.

Dan akhirnya ia lupakan begitu saja.


“Kalau kamu mau pie cokelat, kabarin Kakak aja ya. Nanti kita makan berdua aja.”